Penunjukan Nagita Slavina sebagai DUTA PON XX Menuai Kritik

  • Bagikan
Nagita Slavina, PON XX, PON XX Papua, Papua, Orang Asli Papua, Kritik Duta PON XX, Duta PON XX, Duta PON XX Papua: Penunjukan Nagita Slavina sebagai DUTA PON XX Menuai Kritik
“Penunjukan Nagita Slavina sebagai DUTA PON XX Menuai Kritik” | Foto ©tangkapan layer dari Youtube Rans Entertainment

NASIONAL | INFONESA — Nagita Slavina resmi ditunjuk sebagai duta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan berlangsung di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang. Penunjukan duta tersebut mendatangkan berbagai komentar, salah satunya dari komika Arie Kriting.

Raffi Ahmad mengumumkan kabar dirinya dan Nagita yang menjadi duta PON XX Papua dalam video terbarunya di kanal YouTube Rans Entertainment. Namun, tak disangka banyak pihak yang menunjukkan reaksi kurang sepakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Tim PON XX Papua 2021, saya dan Nagita menjadi ikonnya, kita dipercaya untuk bisa mensosialisasikan PON XX Papua 2021 ini di mata Indonesia dan internasional,” kata Raffi Ahmad saat menyambut kedatangan Ketua II PB PON XX Papua 2021 Roy Letlora dan pesepakbola asli Papua Boaz Solossa dalam videonya.

Terpilihnya Raffi Ahmad dan Nagita dimaksudkan agar sosialisasi PON bisa lebih maksimal. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyampaikan keberhasilan penyelenggaraan PON XX 2021 merupakan harga diri bangsa Indonesia.

“Pelaksanaan PON 2021 adalah juga harga diri seluruh bangsa Indonesia sebagai tolak ukur negara luar melihat penanganan Covid-19 di Indonesia,” ujar Marciano.

Namun, keputusan ini juga menimbulkan kritik dari kawan-kawan selebriti, salah satunya yaitu Arie Kriting. Dalam akun Instagramnya ia mengatakan, ada yang janggal. Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation.

“Sebenarnya sudah sejak awal saya merasa ada yang janggal dengan hal ini, tetapi saya menunggu tanggapan dari saudara-saudari asli Papua terkait dengan hal ini. Penunjukan Nagita Slavina sebagai Duta PON XX Papua ini memang pada akhirnya dapat mendorong terjadinya Cultural Appropriation,” buka Arie Kriting dalam Instagram miliknya.

Cultural Appropriation atau apropriasi budaya adalah perbuatan yang mengacu pada meminjam atau mencuri budaya dari kelompok minoritas untuk digunakan sebagai keuntungan pribadi.

“Seharusnya sosok perempuan Papua, direpresentasikan langsung oleh perempuan Papua. Tapi kita juga menyadari bahwa kapabilitas Kak Nagita dalam membawa misi sosialisasi untuk PON XX Papua ini sangat dibutuhkan,” jelasnya lagi.

Ia pun memberikan dua opsi perempuan aseli Papua yang dianggap lebih cocok menggantikan istri Raffi Ahmad.

“Solusi dari saya, Duta PON XX Papua harus tetap perempuan Papua. Angkat lagi salah satu sosok perempuan Papua, @mikhelia atau @nereputri atau siapa yang dirasa memadai,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, Nagita Slavina dan Raffi Ahmad bisa diposisikan menjadi sahabat Duta PON Papua. Ia mengatakan karena kekuatan keduanya sebagai selebriti yang banyak dikenal orang, bisa mendorong sosialisasi PON XX.

“Tokoh Perempuan Papua ini bisa mendampingi kaka Boaz Solossa sebagai Duta PON XX Papua. Kakak Raffi Ahmad dan Nagita Slavina bisa diposisikan sebagai sahabat Duta PON XX Papua karena jelas, kekuatannya untuk mendorong sosialisasi PON XX Papua ini sangat dibutuhkan,” bebernya lagi.

Ia juga mengatakan jika kehadiran sosok perempuan Papua sebagai duta PON, akan menghadirkan keberagaman Indonesia.

“Menurut saya dengan kehadiran sosok Perempuan Papua sebagai Duta PON XX Papua, akan menghindarkan terjadinya Cultural Appropriation dan menjadi sinyal baik bagi pengakuan kita atas keberagaman Indonesia. Pada akhirnya nanti kesuksesan PON Papua tidak hanya tercapai secara pelaksanaan event, tetapi juga sukses menjadi perekat kesatuan bangsa. Mari kita tunjukkan dan banggakan keberagaman kita sebagai Bangsa Indonesia. Salam sayang untuk semua,” tutup Arie Kriting.

Postingan itu langsung mendapatkan respon dari sahabat dan juga netizen yang sangat setuju dengan Pendapatnya.

  • Bagikan