Perbedaan antara Swab Test Antigen dan PCR

  • Bagikan
Infonesa, Informasi Indonesia, Berita Indonesia, Infografis, Infografis Indonesia, Indonesia, Infografis Politik, Infografis Ekonomi, Infografis Pendidikan, Artikel, Cerpen, Cerpen Indonesia, Infografik, Infografik Indonesia, Infografik Ekonomi, Infografik Pendidikan, Swab Test, Swab Test Antigen, PCR, Covid-19, Vaksin Covid-19, Test Swab Antigen, Test Swab Virus Covid-19: Perbedaan antara Swab Test Antigen dan PCR
“Perbedaan antara Swab Test Antigen dan PCR” | Foto ©Van3ssa/Pixabay

KESEHATAN | INFONESA — Swab test antigen dan polymerase chain reaction (PCR) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi infeksi virus corona. Kedua pemeriksaan ini menjadi yang paling umum dilakukan. Apakah kamu masih bingung dalam membedakan dua jenis tes ini? Pada dasarnya, swab test antigen dan PCR sangat berbeda.

Namun, kedua pemeriksaan kesehatan ini sama-sama dapat mendeteksi keberadaan infeksi virus corona jenis SARS-CoV-2. Berikut penjelasan lebih lanjut terkait perbedaan swab antigen dan swab PCR untuk pemeriksaan Covid-19 yang perlu diketahui.

Swab Test Antigen

1. Nama lain

Tes usap atau swab antigen memiliki nama lain tes diagnostik.

2. Cara kerja

Tes diagnostik ini dapat mendeteksi protein spesifik dari virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Antigen adalah zat yang yang dapat merangsang imun. Zat ini bisa berupa protein, polisakarida, dll.

Saat terinfeksi virus, tubuh secara alami akan merespons dengan mengeluarkan protein spesifik tertentu.

Virus penyebab Covid-19 memiliki beberapa antigen yang sudah dikenali, seperti nukleokapsid fosfoprotein dan spike glikoprotein.

Tes swab antigen dapat melihat keberadaan antigen di dalam tubuh, sehingga bisa diketahui apakah seseorang sedang terinfeksi virus corona atau tidak.

3. Metode tes

Tes usap atau swab antigen dilakukan dengan pengambilan sampel cairan pernapasan (lendir) dari hidung atau bagian tenggorokan di belakang hidung dengan alat cotton bud panjang.

Sampel tersebut lalu ditempatkan di larutan khusus untuk melihat ada atau tidaknya antigen virus corona.

4. Hasil tes

Pemeriksaan kesehatan ini hasilnya bisa diketahui dalam waktu yang relatif cepat, mulai dari 15 menit sampai dengan setengah jam.

5. Tingkat akurasi

Tes swab antigen memiliki tingkat akurasi yang tinggi, tapi terkadang masih ada hasil tes negatif palsu jika kadar virus corona di dalam tubuh rendah.

Untuk itu, tes swab antigen lebih akurat dilakukan di awal gejala Covid-19 muncul atau saat jumlah virus di dalam tubuh cukup tinggi.

Apabila hasil tes swab antigen meragukan, misalkan hasilnya negatif tapi ada gejala Covid-19, diperlukan tes PCR untuk memastikan ketepatan diagnosis.

Swab PCR (Polymerase Chain Reaction)

1. Nama lain

Tes diagnostik, tes virus, tes molekuler, tes amplifikasi asam nukleat atau nucleic acid amplification test (NAAT), rapid test polymerase chain reaction (RT-PCR).

2. Cara kerja

Tes diagnostik ini mendeteksi materi genetik virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Tes ini juga dapat mendeteksi fragmen virus bahkan saat seseorang sudah tidak terinfeksi.

Teknologi PCR mampu melihat materi genetik virus dengan teknik amplifikasi atau perbanyakan.

Virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 memiliki materi genetik yang memiliki rantai tunggal asam ribonukleat (RNA).

Pemeriksaan virus jenis ini dilakukan dengan mengubah RNA menjadi asam deoksiribonukleat (DNA) yang memiliki rantai ganda.

Setelah diubah menjadi DNA, materi genetik tersebut diperbanyak lewat alat PCR. Apabila mesin PCR mendeteksi adanya materi genetik virus corona, maka hasil tes dinyatakan positif Covid-19.

3. Metode tes

Tes swab PCR diawali dengan pengambilan sampel cairan pernapasan atau lendir dari hidung dan tenggorokan dengan alat mirip cotton bud panjang. Terkadang, ada juga sampel yang diambil dari ludah.

Setelah sampel swab diambil, sampel lalu dimasukkan ke dalam wadah steril dan disegel, lalu dikirim ke laboratorium.

Setibanya di laboratorium, petugas laboratorium akan melakukan ekstraksi atau mengisolasi materi genetik dari sampel yang sudah diambil.

Setelah diberi bahan kimia yang disebut reagen primer dan probe, sampel lalu dimasukkan ke mesin PCR untuk diproses termal (dipanaskan dan didinginkan secara terkontrol) untuk mengubah RNA menjadi DNA.

Kemudian, sebagian kecil materi genetik virus SARS-CoV-2 tersebut diperbanyak sampai menghasilkan jutaan salinan DNA.

Selama proses ini, bahan kimia khusus akan mengikat DNA. DNA akan mengeluarkan cahaya fluoresen apabila terdapat virus SARS-CoV-2 dalam sampel.

Keberadaan cahaya fluoresen tersebut merupakan sinyal yang dideteksi mesin PCR untuk menafsirkan hasil tes positif Covid-19.

4. Hasil tes

Prosedur tes PCR membutuhkan waktu paling cepat sekitar 1 hari. Hal ini karena begitu banyak sampel yang harus diperiksa, sedangkan ketersedian alat untuk PCR masih terbatas. Terkadang, hasil dari PCR diperlukan waktu hingga sekitar 1 minggu. Namun, hal ini tergantung lokasi dan kapasitas laboratorium.

5. Tingkat akurasi

Sejauh ini, PCR masih menjadi tes yang paling akurat untuk mendiagnosis infeksi virus corona. Virus memerlukan beberapa hari untuk mulai berkembang biak di tenggorokan dan hidung. Pemeriksaan ini mungkin tidak efektif untuk mengidentifikasi seseorang yang baru saja terinfeksi.

Namun, tes ini merupakan standar emas atau tes terbaik yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan penjabaran perbedaan swab antigen dan swab PCR di atas, secara garis besar cara mengambilan sampel kedua tes ini sama-sama dilakukan dengan mengambil lendir dari hidung atau tenggorokan.

Namun, kamu perlu memahami perbedaannya. Swab test antigen adalah pemeriksaan imun yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antigen virus tertentu yang menunjukkan adanya infeksi virus saat ini. Swab test antigen ini biasanya digunakan untuk mendiagnosis patogen pernapasan, seperti virus influenza dan respiratory syncytial virus (RSV).

Sementara itu, PCR adalah metode yang dilakukan untuk mendeteksi virus dan dianggap lebih akurat daripada pemeriksaan lainnya. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel dari saluran pernapasan dengan teknik swab nasofaring untuk mengetahui adanya infeksi.

Tes swab PCR hingga saat ini merupakan pemeriksaan paling andal dan akurat untuk mendeteksi infeksi virus corona atau Covid-19 aktif. Sementara itu, tes swab antigen yang hasilnya relatif cepat terkadang masih membutuhkan tes swab PCR apabila hasilnya negatif tapi ada gejala Covid-19.

Mengenai biaya pemeriksaan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah menerbitkan Surat Edaran nomor HK. 02.02/I/3713/2020 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). Adapun batasan tarif tertinggi untuk pemeriksaan RT-PCR, termasuk pengambilan swab adalah maksimal Rp900 ribu untuk sekali tes.

Jadi, pemeriksaan mana yang sebaiknya dilakukan untuk mendeteksi COVID-19? Tentunya, semua tergantung pada kondisi masing-masing. Jika kamu menginginkan hasil yang lebih cepat, maka lakukan swab test antigen. Namun, tingkat akurasi akan lebih kuat apabila kamu melakukan PCR.

Konsultasikan ke layanan kesehatan terdekat apabila ada gejala Covid-19 atau ada indikasi kontak erat dengan orang yang positif Covid-19.

  • Bagikan