Perbedaan Seni Bela Diri Karate, Judo, dan Taekwondo

  • Bagikan
Infonesa, Informasi Indonesia, Berita Indonesia, Infografis, Infografis Indonesia, Indonesia, Infografis Politik, Infografis Ekonomi, Infografis Pendidikan, Artikel, Cerpen, Cerpen Indonesia, Infografik, Infografik Indonesia, Infografik Ekonomi, Infografik Pendidikan, Judo, Karate, Taekwondo, Perbedaan Judo dan Karate, Perbedaan Karate dan Judo, Perbedaan Karate dan Taekwondo, Perbedaan Taekwondo dan Karate, Perbedaan Judo dan Taekwondo, Perbedaan Taekwondo dan Judo, Seni Bela Diri, Info Olahraga: Perbedaan Seni Bela Diri Karate, Judo, dan Taekwondo
“Perbedaan Seni Bela Diri Karate, Judo, dan Taekwondo” | Foto ©Markuzsm/Pixabay

OLAHRAGA | INFONESA — Karate, judo, dan taekwondo merupakan seni bela diri yang sudah banyak dikenal. Ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda. Karate dan judo berasal dari Jepang, sedangkan taekwondo berasal dari Korea.

Kali ini kami akan membahas ketiga olahraga di atas. Mungkin saja salah satunya membuat anda berminat untuk mempelajarinya. Silahkan simak artikel berikut:

1. Judo

Judo biasanya disebut sebagai seni bela diri lembut, karena melibatkan manuver tubuh untuk menjatuhkan lawan. Seorang atlet Judo akan berusaha untuk melempar jatuh lawannya. Mereka akan berusaha bergulat, menguasai dan menjebak lawannya, hingga lawannya terlalu lelah untuk bertarung.

Pada Judo, energi lawan akan dialihkan dan membuat lawan terlempar ke bawah. Poin didapatkan dengan bergulat dan melemparkan tubuh lawan. Maka dari itu, dalam Judo tubuh dan berat badan harus dipertimbangkan dengan baik, terutama saat duel satu lawan satu, karena hal tersebut sangat mempengaruhi jalannya pertarungan.

Judo adalah bentuk murni dari seni bela diri untuk bertahan. Di dalam seni bela diri ini, kebanyakan melakukan gerakan merengkuh lawannya.

Dalam Judo penekanannya bukan pada daya dan kekuatan belaka. Tetapi lebih cenderung pada sikap bertahan yang lembut tapi tegas, menenangkan tubuh dan pikiran dalam pertarungan satu lawan satu, sehingga dapat menguasai lawan.

2. Karate

Karate yang biasa disebut sebagai seni bela diri keras, karena menyerang dengan cara memukul tubuh lawan dan menangkis serangan lawan. Seorang atlet Karate biasanya akan menyerang lawan dengan memukul atau menendang. Mereka akan berusaha menjatuhkan lawan dengan membuatnya merasa sakit atau cedera.

Dalam karate, seseorang akan menggunakan energi dari alam untuk menangkis serangan dan menyerang balik. Seseorang akan mendapat poin jika dapat menendang dan meninju lawannya. Karate lebih menitik beratkan pada kekuatan kaki dan tangan dalam menyerang lawan.

Karate bersifat menyerang dan merupakan bentuk agresif dari sebuah seni bela diri. Karate juga menjadi teknik bertarung yang dramatis dan seru. Dalam karate, teknik menangkis serangan, melancarkan serangan ke lawan duel atau ke suatu benda (misalnya papan, batu bata, dll) nampak sangat spektakuler. Hal ini menjadikannya lebih sering ditampilkan dalam film dan televisi.

Karate memiliki gaya bertarung yang frontal, anda harus berani menangkis serangan lawan secara langsung, dan membalas serangannya dengan memukul atau menendang lawan.

3. Taekwondo

Taekwondo merupakan seni bela diri yang menggunakan teknik kaki serta tangan kosong untuk menaklukan lawannya. Olahraga ini telah berkembang sejak tahun 37 Masehi, tepatnya pada masa dinasti koogoryo di korea. Sejak saat itu pula, taekwondo telah menjadi seni pertahanan bela diri yang digunakan para ksatria.

Pada masa itu, masyarakat menyebut taekwondo dengan nama yang berbeda-beda, seperti Subak, Taekkyon, taeyon. Taekwondo sendiri berasal dari beberapa kata yakni kata tae yakni kaki yang berarti menghancurkan dengan tendangan, kwon yakni tangan yang berarti menghantam dan mempertahankan diri dengan tangan, serta do yakni seni yang berarti cara mendisiplinkan diri.

Kini taekwondo tumbuh dengan pesat hingga keseluruh penjuru dunia dan telah dipertandingan di ajang terbesar olimpiade empat tahunan. Di nusantara sendiri, taekwondo dengan aliran WTF berkembang sekitar tahun 1975. Aliran taekwondo ini pertama kali dibawakan oleh Mauritsz Dominggus pada tahun 1972 bertempat di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Namun, pada tahun itu seni bela diri taekwondo belum begitu populer sebab karate telah hadir lebih dahulu di Indonesia.

  • Bagikan